Pertama, kondisi diri yang baik secara umum, biasanya meliputi stamina. Jika kondisi stamina perempuan itu baik, maka dia akan secara otomatis bisa mendapatkan kesenangan seksual secara maksimal.
Kedua, pengalaman seks subyektif; reaksi emosional selama kegiatan hubungan intim dengan pasangan. Reaksi emosional selama berhubungan seksual dengan pasangannya sangat menentukan kepuasan seksual yang didapatnya.
Ketiga, daya tarik fisik pasangannya. Daya tarik pasangan seksualnya terbukti juga menentukan kepuasan seks seorang perempuan. Daya tarik pasangan ini tergantung kategori dari diri perempuan itu sendiri.
Keempat, respon seksual; perubahan-perubahan fisiologis, termasuk orgasme yang terjadi selama aktifitas seksual.
Kelima, frekuensi hubungan seksual dengan pasangan. Frekuensi hubungan seksual dengan pasangan juga menentukan kepuasan seksual seorang perempuan.
Keenam, sensitif tidaknya pasangan terhadap kebutuhan mereka, baik fisik maupun emosi, paling penting bagi mereka untuk membuat para perempuan ini mendapat kepuasan seksual.
Ketujuh, kesehatan diri. Tentu saja sehat jasmani juga yang utama menentukan kepuasan seksual perempuan. Kalau tak sehat, bagaimana mungkin perempuan mendapat kepuasan seks.
Kedelapan, kesehatan pasangannya. Hal yang satu ini juga ternyata turut menentukan kepuasan perempuan dalam aktifitas seksual. Jika pasangannya sakit-sakitan, bagaimana pasangannya bisa membuat perempuan puas dalam hubungan intim.
0 komentar:
Posting Komentar